Kasih Sayang kepada Semua Makhluk
بسم الله الرحمن الرحيم
صحيح البخاري : كتاب بدإ الخلق
باب : خمس من الدواب فواسق يقتلن في الحرم
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَزَلَ نَبِيٌّ مِنْ الْأَنْبِيَاءِ تَحْتَ شَجَرَةٍ فَلَدَغَتْهُ نَمْلَةٌ فَأَمَرَ بِجَهَازِهِ فَأُخْرِجَ مِنْ تَحْتِهَا ثُمَّ أَمَرَ بِبَيْتِهَا فَأُحْرِقَ بِالنَّارِ فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ فَهَلَّا نَمْلَةً وَاحِدَةً
البخاري : وهو أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بَردِزبَة الجعفي البخاري.
Artinya:
Diceritakan dari Abu Hurairah (w. 57 H) radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, "Ada seorang nabi di antara nabi-nabi yang singgah di bawah pohon kemudian digigit semut. Maka dia memerintahkan agar mengeluarkan semut itu dari bawah pohon itu lalu memerintahkan agar membakar rumah semut itu. Kemudian Allah mewahyukan kepada Nabi tersebut, "Apakah hanya karena seekor semut (yang menggigitmu lalu kamu membakar semua?)".
HR. Bukhari (194 H - 256 H) 62 tahun.
Istifadah:
Ajaran kasih sayang dalam Islam sangat sempurna dan menakjubkan. Islam mengajarkan kasih sayang tidak saja kepada sesama manusia. Kepada hewan sekalipun Islam memerintahkan untuk menyayanginya.
Maka dari itu, menyakiti binatang tak bisa dianggap sepele. Terdapat beberapa hadis yang mengungkap ancaman dan kecaman kepada yang melakukannya. Dalam hadis lain, beliau juga melaknat siapa saja yang menjadikan hewan sebagai sasaran dalam memanah atau menembak.
Petuah Nabi ini menegaskan, bahwa kasih sayang seorang muslim hendaknya menjangkau seluruh makhluk, termasuk hewan ternak. Apalagi dalam Islam terdapat beberapa ritual atau perintah yang mengharuskan kita berinteraksi dengan hewan. Sebut saja misalnya akikah, kurban, dan lainnya. Dalam menjalankan ibadah-ibadah tersebut, syariat tidak saja menuntut terwujudnya ibadah, Islam juga sangat memperhatikan proses dalam mewujudkan suatu perintah. Proses pelaksanaan setiap perintah telah ditata dengan sangat indahnya.
Dalam urusan penyembelihan, misalnya, Rasulullah sangat rinci mengaturnya. Rasululullah bersada,
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ
"Sesungguhnya Allah telah mewajibkan ihsan (berbuat baik) atas segala sesuatu, maka apabila kalian membunuh hendaklah berlaku ihsan di dalam pembunuhan, dan apabila kalian menyembelih hendaklah berlaku baik di dalam penyembelihan, dan hendaklah salah seorang kamu menyenangkan sembelihannya, dan hendaklah ia mempertajam mata pisaunya." (HR Muslim).
Allah memang telah menundukkan hewan ternak untuk kemaslahatan manusia. Namun, dalam memanfaatkannya manusia tidak bebas tanpa aturan. Ada aturan dan adab yang menyertai setiap bentuk pemanfaatan yang dilakukan manusia.
Semoga Allah rezekikan kita hati yang bersih yang penuh dengan kasih sayang Aamin.
Wallahu a'lam
Sumber: Moh Fawaid Rahman el-Khair
Komentar
Posting Komentar